Rabu, 16 Agustus 2017 - 09:23:47 WIB
Penyuluhan Fokus pada Sentra Pangan dan Komoditas Strategis
Diposting oleh : Syamsul Riyadi,STP
Kategori: Penyuluhan Pertanian - Dibaca: 142 kali

Pemerintah dalam hal ini Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian akan memfokuskan penyuluhan di sentra pangan dan komoditas strategis.  Hal ini untuk mendorong keberhasilan swasembada pangan dan mencapai Lumbung Pangan Dunia 2045.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (PPSDMP), Momon Rusmono mengakui, tugas penyuluh, khususnya penyuluh pertanian lapangan (PPL) makin banyak.  Mengingat, mereka tak hanya memberi pendampingan ke petani, tapi dituntut juga melakukan pendataan yang akurat perkembangan pertanian yang ditanganinya tiap hari.

Karena tugas penyuluh makin banyak dan berat, Momon mengakui, pihaknya perlu melakukan reposisi dan fokus pada kegiatan penyuluhan di sentra pangan dan  komoditas strategis/unggulan. Misalnya, menempatkan penyuluh di daerah perbatasan yang kini sedang dikembangkan untuk pembangunan pertanian.

Momon mengatakan, agar bisa mengikuti dinamika yan terjadi di lapangan, penyuluh yang ada di lapangan juga harus dibekali Iptek dan informasi teknologi (IT).  “Selain kompeten di bidangnya, penyuluh pun harus mencermati dinamina yang terjadi di lapangan,” katanya di Jakarta, Senin (14/8).

Satu Desa, Satu Penyuluh

Catatan Badan PPSDM Pertanian, jumlah PPL saat ini 25 ribu orang. Jumlah ini tentunya sangat sedikit dibandingkan tahun 1998 yang mencapai 37.751 orang.  Sedangkan jumlah tenaga harian lepas/tenaga bantu penyuluh pertanian (THL/TBPP) tercatat sebanyak 26 ribu orang. Dari THL/TBPP itu sebanyak 6 ribu yang sudah menjadi Calon PNS, sehingga jumlah  THL/TBPP kini tinggal 13 ribu orang.

Momon mengatakan, kalau mengacu UU 19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, seharusnya satu desa ada satu penyuluh. Di Indonesia ada 72 ribu desa potensi pertanian. Artinya dengan keberadaan penyuluh, baik PNS dan THL/TBPP yang saat ini sebanyak 44 ribu orang, tak sebanding dengan jumlah desa potensi pertanian di tanah air.

Untuk mengantisipasi kekurangan jumlah penyuluh, Momon mengatakan, pihaknya akan mengembangkan PPL Swadaya dari petani yang berhasil. PPL Swadaya ini akan disinergikan dengan pusat penyuluhan desa (Pusluhdes). “Kita akan terus tingkatkan kompetensi penyuluh. Pelatihannya bisa dilakukan di BPP dan Pusluhdes. Tahun depan ada 10 ribu penyuluh swadaya yang dilatih di BPP dan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S),” tuturnya.

Lantaran, penyuluh di daerah kini bernaung di Dinas Pertanian, Momon mengatakan, untuk mendorong keberadaan penyuluh  yang tiap hari di lapangan perlu  penguatan kelembagaan penyuluhan di tingkat kecamatan dan pusat penyuluhan desa (Pusluhdes).  Dengan begitu, gonjang-ganjing kelembagaan penyuluh di kabupaten tak akan banyak pengaruhnya bila keberadaan penyuluh di kecamatan diperkuat.  “Keberadaan penyuluh di di lapangan nantinya juga disinergikan dengan Pusluhdes,” ujarnya. Idt/Yul

sumber berita : http://tabloidsinartani.com/read-detail/read/kabadan-ppsdmp-penyuluhan-difokuskan-pada-sentra-pangan-dan-komoditas-strategis/



0 Komentar :