Rabu, 19 Juli 2017 - 08:48:33 WIB
NTB, Siap Jadi Nomor Wahid Produsen Jagung Nasional
Diposting oleh : Syamsul Riyadi,STP
Kategori: Sekretariat - Dibaca: 153 kali

Punya daerah kering, provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dulu sempat tertinggal pembangunannya. Tapi kini justru menjadi penopang jagung nasional.

Di setiap daerah baik Pulau Sumbawa maupun Pulau Lombok di NTB, lebih mudah menemukan ladang jagung, ketimbang tanaman pangan lainnya. Wakil Gubernur NTB, Muh. Amin berharap, pihaknya mampu memperluas areal tanam jagung hingga 400 ribu ha dengan perkiraan total produksi sebesar 2,5 juta ton. “Kami optimis bisa tercapai dan dapat memberikan dampak bagi kesejahteraan petani,” katanya.

Mengenai lahan, sebenarnya NTB memiliki potensi seluas 1,9 juta ha. Lahan tersebut terdiri dari 256 ribu ha lahan sawah irigasi dan tadah hujan, serta 1,200 juta ha lahan kawasan hutan lindung dan hutan tanaman rakyat. Masih ada sisa lahan dengan luas sekitar 444 ribu ha lahan di luar kawasan hutan. 

Khusus untuk tahun 2017 ini, lahan seluas 400 ribu ha tersebut terdiri dari lahan sawah seluas 215.553 ha dan lahan bukan sawah seluas 185 ribu ha yang akan difokuskan di Pulau Sumbawa. Penanaman lahan jagung di Pulau Sumbawa tersebut berdasarkan asumsi bahwa di pulau tersebut memiliki potensi lahan bukan sawah yang cukup luas bila dibandingkan Pulau Lombok.

Distribusi penanaman tersebut akan dilakukan pada empat kabupaten dan satu kota yaitu Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima. Data Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB, produksi jagung di wilayah NTB dalam lima tahun terakhir selalu melebihi target yang ditetapkan. 

Pada 2015, realisasi produksi jagung tercatat sebesar 959.973 ton dari 777.327 ton yang ditargetkan. Bahkan, pada 2016 angka ramalan produksi jagung disebut bisa mencapai lebih dari 2 juta ton yang berasal dari 203.010 ha lahan jagung. NTB sendiri memiliki beberapa titik sentra pengembangan jagung dengan total 15 daerah penghasil jagung antara lain Bayan, Wanasaba, Pringgabaya, Gerung, Pujut, Poto Tano dan Dompu.

Serapan Pasar Tinggi

Muh. Amin menuturkan, sisi penyerapan jagung dari NTB tidak pernah ada masalah karena seluruh jagung hasil petani selalu terserap pasar. Setiap musim panen, belasan truk kontainer mengangkut jagung dari NTB. Pembelinya dari Banyuwangi, Surabaya, dan Bali, untuk dipasok ke pabrik-pabrik pakan ternak di Pulau Jawa.



0 Komentar :